Sebelas Syarat Penentuan Lokasi Bendung Irigasi

- Soekrasno
*

Sari


Keruntuhan bendung irigasi di samping disebabkan oleh survei dan investigasi yang tidak akurat, perencanaan yang tidak seksama, pelaksanaan implementasi yang kurang baik, operasi dan pemeliharaan yang tidak memadai, tetapi juga disebabkan kesalahan pemilihan lokasi bendung. Faktor awal yang mempengaruhi kinerja bendung adalah ketepatan lokasinya. Bendung akan kuat menahan gaya yang bekerja, hantaman banjir, gerusan lokal, degradasi sungai sejauh lokasinya tepat. Tulisan ini menyajikan sebelas syarat dalam pemilihan lokasi bendung untuk mendapatkan kinerja yang baik, yaitu: kondisi topografi, geoteknik, hidraulik, rejim sungai, saluran induk, ruang lokasi bendung, luas layanan, daerah aliran sungai, pencapaian, justifikasi ekonomi, tingkat penerimaan pemangku kepentingan. Analisa korelasi antara pemilihan lokasi bendung saat perencanaan dan kinerjanya, dikombinasikan dengan pengamatan lapangan dengan melakukan peninjauan langsung dan dialog dengan penjaga operasi bendung untuk menjustifikasi 11 syarat tersebut. Umumnya penyebab kesalahan pemilihan lokasi bendung antara lain: kurangnya kemampuan tenaga ahli irigasi, dana yang terbatas, waktu dan sumber daya yang tidak memadai, rendahnya profesionalisme tenaga ahli irigasi.


Kata Kunci


keruntuhan bendung irigasi; sebelas syarat penentuan lokasi bendung; faktor awal; kinerja bendung; kesalahan pemilihan lokasi bendung

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Pemerintah Republik Indonesia. 1974. Undang-Undang Republik No: 11/1974, tentang Pengairan.

Pemerintah Republik Indonesia. 1982. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.22/1982 tentang Tata Pengaturan Air.

Pemerintah Republik Indonesia. 1982. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.23/1982 tentang Irigasi.

Kementerian Pekerjaan Umum. 2013. Standar Perencanaan Irigasi (KP 01-07), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum.

Memed, M. 1981. Cara-cara konstruksi untuk mengurangi angkutan sedimen yang akan masuk ke intake dan saluran pengairan. DPMA Bandung.

Memed, M, Erman, M, Syarif S. 1981. Pengelak angkutan sedimen tipe undersluice dengan perencanaan hidrolisnya, Jilid I dan II. DPMA Bandung.

Soenarno. 1972. Perhitungan bendung tetap. Direktorat Irigasi. Bandung.


Statistik Tampilan

Sari : 3257 kali
PDF : 13679 kali


DOI: http://dx.doi.org/10.31028/ji.v10.i1.33-40

Hak Cipta (c) 2015 Jurnal Irigasi



Jurnal Irigasi terindeks oleh:

 

Creative Commons License

Jurnal ini di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License. Hak Cipta Jurnal Irigasi, didukung oleh OJS.